GAIRAH MENULIS BM 25-26

 Antologi Puisi Materi Gairah Menulis Pertemuan ke-5

Jumat, 27 Mei 2022


 


 

Naman saya Rumiati, saya lahir di kota Nganjuk Jawa Timur pada tanggal 15 April 1970. Saya berdomisili di Palangka Raya Jalan Hiu Putih XI Blok C 2 Kalimantan Tengah.

Saya sudah berkeluarga dan memiliki putra satu. Pendidikan terakhir saya S1 Unpar jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun 1999. Sekarang saya mengajar di MAN Kota Palangka Raya. Hobi saya menulis puisi, untuk itu saya mempunyai beberapa buku Antologi

Salah satunya Antologi Puisi “Cakrawala Nusantara dalam Goresan Pena” oleh Forum Pengajar Bahasa Indonesia MA Nasional Tahun cetak 2021

Keinginan saya ke depannya buku antaologi puisi saya bertambah, salah satunya ikut menulis antologi puisi dengan Group Gairah Puisi Belajar menulis Bimbingan Om Jay dan Tim Solidnya. Dan selanjutnya saya ingin menyelesaikan buku solo Fiksi, semoga Alloh memberi kelancaran masa proses pembuatan  buku solo saya. Edisi Baru Belajar Menulis…2022.

 

 

 

 

 

 

 

 

        Beranjak Senja

Semburat jingga merambah

Sang raja pulang ke peraduannya

Burung-burung mengepak sayap

Tuk pulang bersandar di parebahan

         Waktu sudah teratur

         Bagi makhluk yang bersyukur

         Sutradara kehidupan Mahapengatur

         Jangan mengelak untuk bersyukur

Semilir sang bayu menggulir

Membelai jiwa yang beranjak rapuh

Harap sandaran mesra

Belaian sang Mahakasih

Bersimpuh mendamba

Dalam sehelai sajadah tumpuan raga

Pada uluran tangan menggapai mesra

Di akhir senja yang indah warnanya.

 

Palangka Raya, MAN Kota Palangka Raya, 27nMei 2022

 

               Rasa Iklas

Semburat Pelangi tipis berawan

Di ujung barat tampak tak sempurna

Berjejer warna yang semestinya

Walau hanya sepenggal tampaknya

          Sinar Mentari tak sanggup membelainya

          Karna mendung menjajahnya

          Hingga Pelangi tak tampak sempurna

          Itulah kehendakNya

Awan mendung hujan menyapa

Mentari tetap bersinar untuk dunia

Sebagai kodrat yang harus dijalaninya

Haruskan redup cahaya yang dipunya

Kala awan berarak menjahilinya

Kala mendung menutupinya

         Tidak

         Mentari tetap memancarkan cahaya

         Dengan ikhls menerangi semesta alam

         Alloh tlah menugaskannya

         Terangi dunia dan segala isinya

Apapun rintanganya

Sebagai saksi dunia penuh warna


Rumiati Palangka Raya: Minggu,16 Maret 2022




Assalamualaikum Bapak Dail, ini puisi saya. Pusi pertama dibuat Ketika pelatihan tapi ada pengeditan,

Kemudian puisi kedua puisi tambahan

Terimakasih

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer